Wisma Antara Takengon: Rp141 Ribu Semalam di Dataran Tinggi Gayo

Wisma sederhana di dalam kota Takengon dengan tarif Rp141.556 semalam. Air panas tersedia, tapi pengelola tidak selalu mudah dihubungi.

Wisma sederhana di dalam kota Takengon dengan tarif Rp141.556 semalam. Air panas tersedia, tapi pengelola tidak selalu mudah dihubungi.

Hotel di dalam kota Takengon dengan rating 4,5 dari 1.090 ulasan. Sarapannya bagus dan kamarnya bersih, tapi periksa air panas dan minta kamar yang tenang.

Adonannya tipis dan sengaja dibuat tawar, karena bintangnya durian utuh yang diolah sendiri — bukan pasta instan. Empat bintang untuk isiannya, satu bintang tertahan karena parkir dan waktu tunggu.

Busanya meluber keluar gelas dan sepertiga pertama harus disendok. BMW alias Boh Manok Weng lebih seimbang daripada teh talua karena pinang mudanya benar-benar bekerja — tapi ada catatan kesehatan yang perlu Anda tahu.

Teh talua selalu datang lewat ajakan, bukan inisiatif sendiri. Catatan jujur soal busa telur yang tebal, manis yang terlalu dominan, jeruk nipis yang kalah, dan kenapa gelas itu tetap saya habiskan.

Pengalaman saya di Habieb Homestay Syariah Lhokseumawe kurang memuaskan — tapi sebagian besar masalahnya bisa dihindari. Tiga hal yang wajib Anda siapkan sebelum memesan.

Rp116.955 semalam sudah termasuk pajak. Bangunannya tua, kamarnya sederhana — tapi untuk bermalam hemat di Bireuen, hasilnya melebihi dugaan saya.

Rating 5,0 dari 518 ulasan hampir mustahil dipertahankan. Setelah menginap sendiri di Kana Hasya Homestay "Rumoh Jamee" Meulaboh dengan tarif Rp242.229 semalam, saya paham kenapa.

Unitnya luas dan nyaman untuk transit KLIA. Masalahnya ada di pintu masuk: check-in swalayan tanpa resepsionis, dan lokasinya bukan di kompleks bandara.