Sanger Espresso di Solong Rumoh Atjeh UIN Ar-Raniry: Kopi Pagi di Bawah Rumah Kayu
Ulasan Sanger Espresso di Solong Rumoh Atjeh dalam kompleks kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh: rasa, harga sekitar Rp15.000, suasana rumah kayu terbuka, dan rating 4 dari 5.
Ringkasan Cepat
- Minuman: Sanger Espresso, sekitar Rp15.000 per cup
- Lokasi: Solong Rumoh Atjeh, area Museum Kampus UIN Ar-Raniry, Banda Aceh
- Rasa: Bersih dan seimbang, crema tebal, meski tidak sekuat sanger espresso di Aqilla Coffee Roastery
- Suasana: Rumah kayu terbuka bergaya rumoh Aceh, tanpa AC, teduh di pagi hari
- Pengunjung: Sebagian besar kalangan internal kampus UIN Ar-Raniry
- Waktu kunjungan: Pagi hari, Agustus 2026
- Rating Veriview: 4 dari 5
Di mana lokasi Solong Rumoh Atjeh UIN Ar-Raniry?
Kedai ini berada di area Museum Kampus UIN Ar-Raniry, Banda Aceh. Bangunannya berupa rumah kayu terbuka bergaya rumoh Aceh — tiang-tiang kayu tinggi, lantai terbuka, tanpa dinding penuh, sehingga angin bisa masuk bebas dari segala arah.
Nama Solong sendiri tentu sudah tidak asing bagi siapa pun yang pernah minum kopi di Banda Aceh. Merek ini berdiri sejak 1974 dan besar dari Ulee Kareng. Gerai di kampus ini adalah salah satu cabangnya, dan menariknya, karakter tempatnya berbeda jauh dari gerai Solong yang biasa saya datangi di luar.
Saya datang pada pagi hari di bulan Agustus 2026.
Bagaimana rasa Sanger Espresso di Solong Rumoh Atjeh?
Sanger Espresso disajikan dalam cup kertas bertutup plastik hitam, lengkap dengan sedotan. Bukan gelas kaca seperti sanger tradisional, melainkan format take away yang praktis — meski saya tetap meminumnya di tempat.
Begitu tutupnya dibuka, yang terlihat adalah lapisan crema kecokelatan yang cukup tebal, dengan gelembung-gelembung halus di permukaan. Ini tanda espresso-nya baru diekstrak, bukan kopi seduh yang dicampur susu belakangan.
Rasanya bersih dan seimbang. Manisnya pas — tidak berlebihan seperti sanger di banyak warung yang kadang lebih terasa gula daripada kopi. Susunya terasa lembut dan tidak membuat berat di lidah. Aftertaste-nya pendek dan bersih, tidak meninggalkan rasa pahit yang menggantung.
Kalau harus membandingkan, profil rasanya mirip sekali dengan Sanger Espresso Premium di Aqilla Coffee Roastery. Bedanya, versi Aqilla terasa lebih bold — kopinya lebih menonjol, karakternya lebih tegas. Sanger Espresso di Solong Rumoh Atjeh ini lebih ringan dan lebih ramah untuk diminum pagi hari sambil ngobrol.
Bukan berarti lebih buruk. Ini soal karakter. Kalau Anda mencari kopi yang menghentak, Aqilla lebih tepat. Kalau Anda mencari kopi pagi yang enak diminum pelan-pelan sambil bicara dengan orang lain, versi ini justru lebih cocok.
Berapa harga Sanger Espresso di sini?
Sekitar Rp15.000 per cup. Untuk kualitas espresso yang segar dan lokasi di dalam kampus, harga ini masuk akal. Tidak murah untuk ukuran warung kopi biasa di Banda Aceh, tapi juga jauh di bawah harga kafe modern dengan menu serupa.
Bagaimana suasana dan siapa pengunjungnya?
Ini bagian yang paling membedakan tempat ini dari gerai Solong lainnya.
Pengunjungnya hampir seluruhnya kalangan internal kampus — dosen, karyawan, dan tamu UIN Ar-Raniry. Rasanya lebih seperti ruang ngopi komunitas daripada kedai kopi umum yang terbuka untuk siapa saja. Pagi hari, meja-mejanya terisi orang yang saling kenal, berbincang santai sebelum masuk ke rutinitas kerja masing-masing.
Mejanya kayu kasar dengan permukaan yang sudah aus dimakan waktu, kursinya campuran kursi plastik hitam dan kursi besi. Tidak ada AC, tidak ada musik latar, tidak ada colokan di setiap meja. Tapi karena bangunannya terbuka dan berada di bawah naungan pohon, pagi hari terasa sejuk tanpa perlu pendingin.
Satu hal kecil yang saya perhatikan: para baristanya sudah hafal selera hampir semua pengunjung. Karena pelanggan di sini datang setiap hari, mereka tidak perlu lagi menyebutkan takaran gula atau tingkat kekentalan. Cukup datang, duduk, dan kopinya menyusul sesuai kebiasaan. Ini jenis keakraban yang tidak bisa dibangun oleh kafe mana pun hanya dengan pelatihan staf.
Pertemuan tak terduga dengan owner Solong
Pagi itu ada momen yang membuat kunjungan ini berbeda.
Owner Solong sendiri kebetulan sedang duduk di sana. Dan menariknya, beliau tidak minum kopi seperti pengunjung lain. Beliau membawa bubuk kopi sendiri, lalu memperagakan langsung bagaimana cara meraciknya di meja.
Di hadapannya berjajar tiga gelas kaca kecil, masing-masing berisi endapan bubuk kopi yang mengambang di atas air panas, dengan teko porselen putih di sampingnya dan sebuah toples kaca berisi bubuk kopi. Tiga gelas untuk menunjukkan perbedaan — bagaimana takaran, waktu, dan cara menuang menghasilkan hasil yang berbeda dari bubuk yang sama.
Bagi saya ini pengalaman yang lebih berkesan daripada kopinya sendiri. Melihat orang yang membangun merek kopi selama puluhan tahun masih duduk di meja kayu, membawa bubuknya sendiri, dan menjelaskan cara menyeduh kepada siapa pun yang mau mendengar — itu menjelaskan banyak hal tentang kenapa merek ini bertahan sejak 1974.
Apakah ada kekurangannya?
Jujur saja, tidak ada yang mengganggu saya di sini — tapi dengan catatan: ekspektasi saya memang hanya untuk ngopi.
Kalau Anda mencari tempat untuk bekerja berjam-jam dengan laptop, mengerjakan deadline dalam suasana sejuk ber-AC, atau mencari menu makanan yang lengkap, tempat ini bukan jawabannya. Kursi plastik dan meja kayu terbuka bukan untuk duduk lima jam.
Tapi memang bukan itu fungsinya. Ini tempat untuk minum kopi, ngobrol sebentar, lalu pergi. Dan untuk tujuan itu, tidak ada yang kurang.
Rating
Penilaian Veriview
⭐⭐⭐⭐ 4 dari 5
- Rasa (4/5): Bersih, seimbang, crema bagus. Kurang satu poin karena kurang bold dibanding pembanding terbaiknya.
- Harga (4/5): Rp15.000 wajar untuk espresso segar.
- Suasana (4/5): Rumah kayu terbuka yang teduh dan akrab, meski terasa cukup tertutup untuk kalangan kampus.
- Pelayanan (5/5): Barista yang hafal selera pelanggan adalah standar yang sulit ditiru.
Kesimpulan
Sanger Espresso di Solong Rumoh Atjeh UIN Ar-Raniry adalah kopi pagi yang jujur — tidak berusaha tampil mewah, tidak berusaha menjadi kafe. Rasanya enak dan bersih, harganya masuk akal, dan yang membuatnya berkesan justru hal-hal di luar cangkir: rumah kayunya, orang-orangnya, dan keakraban baristanya.
Kalau Anda kebetulan berada di kompleks UIN Ar-Raniry pada pagi hari, tempat ini layak disinggahi. Jangan datang dengan ekspektasi kafe modern. Datanglah untuk minum kopi.
Datang dari luar kota?
Menginap di Banda Aceh
Kedai ini berada di area kampus UIN Ar-Raniry, Banda Aceh. Kalau Anda datang dari luar kota — misalnya untuk seminar atau urusan di kampus — ini tautan pencarian hotel di Banda Aceh, bukan rekomendasi satu properti tertentu. Saya belum menulis ulasan penginapan di sekitar Darussalam, jadi silakan bandingkan sendiri lokasi dan tarifnya.
Cari hotel di Banda Aceh (Traveloka)
Tautan afiliasi. Saya menerima komisi jika Anda memesan lewat tautan ini, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Seluruh kamar dan kopi yang kami ulas kami bayar sendiri.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Berapa harga Sanger Espresso di Solong Rumoh Atjeh UIN Ar-Raniry?
Sekitar Rp15.000 per cup. Harga itu memang di atas warung kopi biasa di Banda Aceh, tetapi masih jauh di bawah kafe modern dengan menu serupa.
Di mana lokasi Solong Rumoh Atjeh UIN Ar-Raniry?
Di area Museum Kampus UIN Ar-Raniry, Banda Aceh. Bangunannya berupa rumah kayu terbuka bergaya rumoh Aceh dengan tiang kayu tinggi dan tanpa dinding penuh.
Apakah kedai ini terbuka untuk pengunjung umum?
Terbuka, hanya saja pengunjungnya hampir seluruhnya kalangan internal kampus – dosen, karyawan, dan tamu UIN Ar-Raniry – sehingga suasananya lebih terasa seperti ruang ngopi komunitas daripada kedai kopi umum.
Apakah tempat ini cocok untuk bekerja dengan laptop?
Kurang cocok. Tidak ada AC, tidak ada musik latar, dan tidak ada colokan di setiap meja. Tempat ini lebih pas untuk ngopi pagi singkat karena bangunannya terbuka dan berada di bawah naungan pohon.
Bagaimana rasanya dibandingkan Sanger Espresso di Aqilla Coffee Roastery?
Rasanya bersih dan seimbang dengan crema yang tebal, tetapi karakternya tidak sekuat sanger espresso di Aqilla Coffee Roastery.
Kapan waktu terbaik berkunjung?
Pagi hari. Karena bangunannya terbuka dan ternaungi pohon, udara pagi terasa sejuk tanpa perlu pendingin, dan meja-mejanya justru paling hidup pada jam itu.
Ulasan ini ditulis berdasarkan kunjungan pribadi pada Agustus 2026. Seluruh biaya ditanggung sendiri dan saya tidak menerima kompensasi apa pun dari pihak Solong Rumoh Atjeh.
Halaman ini memuat tautan afiliasi. Jika Anda memesan hotel lewat tautan tersebut, saya menerima komisi tanpa biaya tambahan untuk Anda. Komisi itu tidak memengaruhi isi ulasan.
English Summary
Sanger Espresso at Solong Rumoh Atjeh, located inside the UIN Ar-Raniry campus complex in Banda Aceh, costs around IDR 15,000. Solong is a Banda Aceh coffee institution dating back to 1974, and this branch occupies an open wooden building in traditional Acehnese style. The drink is clean and well balanced with a good crema, though noticeably lighter than the bolder version served at Aqilla Coffee Roastery. What makes the place memorable is less the coffee than the setting: regulars from the university campus, baristas who already know everyone’s preferences by heart, and — on the morning of my visit — the Solong owner himself sitting at a wooden table, brewing coffee from grounds he had brought along and demonstrating the method to anyone willing to watch. Rated 4 out of 5.
